MixMagz.com

Cerita Marshanda Bangga Jadi Pecandu Narkoba

Selebriti | Kamis, 14 April 2016 - 09:59 WIB | Dilihat 735 kali
Cerita Marshanda Bangga Jadi Pecandu Narkoba

google image

Marshanda kini jadi pecandu narkoba jenis putaw, salah satu yang bisa membuat seseorang terinfeksi HIV/AIDS. Caca, panggilan akrabnya, mengaku bangga menjadi pecandu narkoba.

Namun jangan berprasangka buruk dulu. Kebanggaan Marshanda karena hal tersebut hanya ada dalam film terbarunya yang berjudul 3 Pilihan Hidup.

Dalam film ini Marshanda berperan sebagai Rensi. Ia mengaku bangga karena film ini serupa dengan G 30 S/PKI. Film ini akan diputar perdana pada 26 April 2016 saat Hari Anti Narkoba Nasional dan akan diputar setiap tahun.

"Goal-nya serupa dengan film G 30 S/PKI, film 3 Pilihan Hidup ini akan diputar setiap tahunnya di Hari Anti Narkoba Internasional," ujar Caca saat ditemui di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa (12/4/2016).

Film 3 Pilihan Hidup digarap oleh Pure Pictures Productions dan didukung penuh oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Bareskrim Polri. Garis besar film ini tentang perjalanan seseorang yang menjadi pecandu narkoba.

"Setidaknya dengan menyaksikan film ini, para pecandu atau keluarga pecandu bisa tahu bagaimana cara menghadapi orang yang sedang sakaw (ketagihan narkoba)," kata Caca.

Bicara soal akting untuk film ini, ternyata banyak riset mendalam yang dilakukan oleh Caca. Hal yang ia utamakan adalah ekspresi serta istilah tertentu.

"Aku riset, cari tahu dari banyak orang. Gimana rasanya lagi high, basian tuh apa. Reaksi orang memakai (narkoba), kenapa mukanya kayak gitu, yang dirasain di mulut apa, internal yang terjadi kalau lagi sakaw seperti apa," kata Caca.

Caca yang sempat membuat hidupnya menuai kontroversi dan mengundang banyak haters ini, tak takut dengan anggapan buruk dari orang lain. Terutama jika ada yang memandangnya sebagai wanita nakal usai menyaksikan film ini.

"Enggak khawatir (cibiran orang lain), mungkin tahun 2000-an orang masih gitu (berpikiran sempit), zaman sekarang orang sudah maju. Di Indonesia bisa memisahkan antara karakter dalam film dan aslinya," kata Marshanda.